Sabtu, 25 April 2009

Kakak Ujian Akhir

Rasanya memang sulit jadi orang tua di masa sekarang. Pendidikan, yang tadinya diharapkan menjadi 'ibu asuh" yang mampu membimbing anak-anak menjadi berpengetahuan, kuat dan mandiri ternyata malah menyodorkan banyak permasalahan yang membuat peran orang tua menjadi terasa lebih berat. Pendidikan, yang seharusnya bisa menjadikan setiap orang tua merasa lebih yakin dan aman justru membuat hidup menjadi jarang 'melegakan'......!!

Semestinya sekolah menjadi masa-masa yang menyenangkan bagi anak-anak, masa-masa dimana mereka bisa mengeksplorasi rasa ingin tahu, bakat dan kemampuan mereka untuk mengumpulkan 'kebisaan' yang akan menjadikan mereka berketerampilan hidup di masa depan, ternyata malah menjebak mereka pada ketentuan yang menjadikan mereka harus jadi 'manusia seragam'.....

Kapan ada saat dimana setiap individu anak dihargai berdasarkan kemampuan personalnya? Bukan berdasarkan nilai UN yang sama sekali tidak mencerminkan penghargaan terhadap bakat mereka masing2? Maju dan teruslah berusaha Nak..... jangan takut salah!

Kamis, 05 Februari 2009

Adek bantu Ayuk melipat baju

Pagi hari, bila ayah dan mamah sudah pergi kerja, kakak dan abang pergi sekolah, tinggallah adek di rumah sama Ayuk. Kadang adek main ke rumah teman di sebelah, atau nonton film kartun di TV dan kaset CD. Kadang main sepeda sendirian di pekarangan sampai bosan...... atau nemenin Ayuk cuci piring, cuci baju atau beres2 rumah..... tapi kalau beres2 rumah sih,
seringnya Adek bikin rumah tambah berantakan, jadi Ayuk suruh Adek main aja, supaya Ayuk bisa cepet kerjanya.

Setelah siang adek makan siang dan minum susu... trus nemenin Ayuk setrika baju. Daripada Adek bikin baju-baju yang sudah disetrika jadi berantakan lagi, biasanya Ayuk ngasih Adek tugas melipat baju, baju-baju semuanya jadi rapi dan Ayuk kerjanya tidak terganggu. Bagus kan? sebagai upahnya kadang2 Ayuk beliin Adek permen, atau sekali-sekali kalau ada tukang bakso lewat, hadiahnya boleh beli bakso..... Adek memang anak yang baik dan rajin.

Kamis, 22 Januari 2009

Selamat Ulang Tahun Kak........!!!!



Hari ini Kamis tanggal 22 Januari 2009, sulung kami tercinta, Ilma Aflah Siam berulang tahun. Hari ini Kakak genap berusia 14 tahun. Doa mamah, ayah, abang dan ade, semoga Kakak semakin dewasa, pintar, soleh, rajin dan baik hati.
Mohon maaf tidak ada pesta atau kado ulang tahununtuk Kakak, mamah dan ayah hanya bisa mendoakan Kakak semoga menjadi anak yang solehah dan muttaqien, yang dicintai dan diridloi Allah SWT, kuat, mandiri, pemberani, serta dapat menjadi Rahmatan Lil 'Alamin bagi apapun dan siapapun yang ada di sekitar Kakak, kapanpun dan dimanapun Kakak berada. Semoga Kakak dijauhkan dari segala kemaksiatan dan kesia-siaan hidup. Amin

Jumat, 16 Januari 2009

SULTHAN BERENANG.....!

Akhir tahun 2008, pasca hari raya Idul Adha, banyak sekali saudara di kampung ayah yang melaksanakan hajatan pernikahan, undangan sepertinya datang hampir tiap minggu. Karena kesibukan kerja di ahir tahun, kami tidak sempat pulang untuk menghadiri beberapa undangan.
Tapi di awal tahun 2009, ada sedikit waktu ayah untuk pulang kampung dan menghadiri pernikahan salah satu keponakannya, kebetulan keponakan yang menikah masih terbilang kerabat dekat.

Pesta di kampung tidak sama dengan pesta di kota yang serba praktis dan ekonomis. Di kampung pesta pernikahan dimulai sejak H-2. Kesibukan membuat rumah penyelenggara pesta tak pernah sepi dari kaum kerabat, baik yang datang untuk memberikan selamat maupun untuk membantu hajatan, dan itu berlangsung sampai larut malam. Tak jarang pelaksana hajatan jatuh sakit kelelahan setelah ritual pesta usai dilaksanakan....

Kami tentu juga ikut merasakan lelah menghadiri hajatan yang begitu meriah, untunglah setelah usai, kami masih bisa menyempatkan diri mampir ke rumah uwak. Uwak memiliki kolam ikan yang sangat luas seperti danau dengan air yang sangat jernih. Di kolam itu uwak memelihara banyak ikan, sehingga Nuh bisa memancing dengan riang. Sementara Sulthan memanfaatkan pinggiran kolam untuk berenang, tentu saja dengan gaya gedebak-gedebuk sehingga air kolam menjadi keruh.... tidak apa-apa karena setelah berenang, Sulthan bisa mandi di pancuran bambu yang airnya super jernih dan dingin! Brrrr.....