
Selasa, 30 September 2008
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Selasa, 16 September 2008
Sulthan Mencuci Piring....!
Rabu, 27 Agustus 2008
Nuh Mahardhika Matien Siam
Aku bertemu Rizki 3 tahun lalu, saat aku baru masuk TK. Waktu itu umurku baru 5 tahun, karena baru pindah dari Medan maka aku merasa sangat asing dengan lingkunganku. Aku mudah panik dan cemas bila kehilangan orang-orang yang kukenal. Karenanya, ketika aku masuk TK, maka aku tidak mengizinkan mamahku pergi dari kelasku sampai bel pulang berbunyi.
Aku tahu, mamah sangat sedih melihatku selalu takut. Dia berusaha membesarkan hatiku dengan selalu mengulang-ngulang kalimat bahwa aku adalah anak lelaki yang harus berani menghadapi hidup. Aku tahu itu mah, tapi waktu itu aku memang tak bisa mengatasi rasa takutku. Karena terlalu sibuk dengan fikiranku, bahkan sampai hampir seminggu di TK aku belum punya teman. Aku tidak tahu anak mana yang bisa kupercaya untuk menjadi temanku.
Mamah terkejut mendengar aku tertawa. Tapi setelah aku ceritakan dengan berbisik-bisik, akhirnya dia pun tertawa. Orang-orang melihat kami dengan heran, tapi aku dan mamahku tetap saja tertawa karena merasa lucu. Belakangan aku berkenalan dengan anak tersebut, namanya Rizki. Rizki sangat pendiam, walaupun dia tidak penakut, namun ternyata dia juga belum punya teman. Akhirnya kami berteman, Rizki sangat baik dan setia, bila ada temanku yang nakal, maka dia akan membelaku. Akhirnya akupun bersikap sama selalu membelanya. Hingga kini aku dan Rizki bersahabat karib.
Sekarang Rizki tidak lagi berambut panjang, tetapi tetap saja rambutnya lebih panjang dari rambutku yang selalu dipangkas setiap bulan. Pernah sih aku memanjangkan rambut dan meminta dipangkas seperti gaya Rizki, tapi akhirnya aku merasa aneh melihat wajahku sendiri sampai akhirnya aku balik ke tukang pangkas untuk dicukur gundul kembali....... Aku tetap merasa nyaman dengan rambut plontos seperti ayah. Mungkin sudah ciri khas keluarga, tidak bisa dirubah. Yang penting hingga kini aku tetap bersahabat dengan Rizki.....
Jumat, 01 Agustus 2008
Namaku SULTHAN....

Namaku Sulthan, lengkapnya Sulthan Sulaiman Azizi Siam. Aku bungsu dari 3 bersaudara, ayahku Mahmud Siam dan Mamahku Tina Herlina. Aku lahir di Bengkulu bertepatan dengan hari ulang tahun ayahku ke-35, jadi aku berulang tahun bareng sama ayah tanggal 5 Agustus empat tahun yang lalu.

Kamis, 31 Juli 2008
Ayah kebanggaan kami.....

Walaupun kadang ayah juga suka nyebelin,
tapi ayah selalu hadir untuk kami.
Bila hari hujan deras, ayah menyuruh kami mandi hujan.... Asyiiiik, sementara teman-teman disuruh masuk rumah bila hujan, kami boleh mandi hujan sepuasnya!
Horeeee....................
Kami juga sering mandi di sungai. Kalau ke kolam uwak, kami boleh mandi di kali sambil mencari ikan-ikan kecil yang jago berenang. Sampai-sampai badan kami penuh lumpur.......... Wah seru banget!
Sementara ayah mengajari kakak mancing, kami bermain sepuasnya di parit kolam sambil mengejar-ngejar kodok atau menangguk ikan kecil. Habis itu kami mandi bersih-bersih di pinggir kolam terus makan ikan bakar masakan uwak yang enak banget.
Oh ya, ini kami saat berenang di Air Putih. Itu adalah nama sebuah sungai di desa kelahiran ayah, Muara Aman. Air Putih ramai dikunjungi masyarakat di hari-hari libur. Selain airnya yang super jernih, disini juga ada sumber air panas. Jadi kami bisa pilih tempat berendam sesuai selera, di air super dingin, dingin, hangat atau panas. Wah kayak kulkas yang hot and cold aja ya...............